Inilah Keuntungan Dan Kelemahan Menikah Di Usia Muda

Monday, March 31, 2014

kaskus on blogspot
#bcfda5




KepanjenFm.com Di Indonesia, usia pasangan menikah sangat beragam. Rata-rata pernikahan terjadi di usia 20 tahun hingga 26 tahun. Ada juga yang menikah di atas usia tersebut, ada juga yang menikah di usia muda.

Semakin berkembang zaman, banyak pasangan yang memikirkan berbagai hal sebelum memutuskan untuk menikah, sehingga pernikahan di usia muda tidak lagi dianggap membanggakan seperti dahulu.

Namun, ada pasangan yang tetap menikah di usia muda karena ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan. Lihat saja pasangan selebritis Mona Ratuliu dan Indra Brasco, walaupun menikah di usia muda, mereka tetap bertahan hingga sekarang dan tampak selalu mesra.

Keuntungan Menikah Muda

Di usia yang lebih muda, anda sedang dalam masa bersemangat. Sehingga saat menikah dan memulai rumah yang tangga, ada energi besar untuk mengurus suami atau istri dan anak.

Pemikiran anda muda relatif masih polos dan tidak terbebani banyak hal, sehingga dia bisa lebih fokus pada rumah tangganya tanpa mengkhawatirkan banyak hal, tidak seperti orang dewasa yang sering takut dan mencemaskan banyak hal.

Kondisi kesehatan wanita yang lebih muda biasanya lebih baik, sehingga kesiapan untuk hamil dan melahirkan lebih aman untuk kesehatannya dan kesehatan bayi.

Saat usia muda, anda yang muda masih memiliki banyak orang yang mendampingi pernikahannya. Teman-temannya masih banyak yang lajang dan bisa dimintai bantuan, orang tua juga relatif masih sehat dan muda, sehingga dia tidak akan merasa kesepian.

Lebih banyak waktu untuk mengenal karakter pasangan. Mungkin awalnya ada sedikit konflik, tetapi bukankah konflik merupakan bumbu rumah tangga? Jika pasangan usia muda bisa mengelola konflik dengan baik, ikatan pernikahan justru semakin kencang.

Kelemahan Menikah Muda

Orang yang masih muda biasanya kaget dengan rutinitas baru setelah menikah, bahkan tidak sedikit orang yang melihat sang pasangannya berubah, tidak lagi sempurna dan manis seperti saat pacaran. Orang yang tidak bisa mengelola perubahan ini biasanya akan depresi dan tertekan, tidak bahagia dengan pernikahannya.

Banyak pasangan muda yang merasa mengorbankan masa mudanya untuk keluarga dan fokus membesarkan anak-anak, sedangkan teman sebaya mereka masih bisa bersenang-senang, memasuki awal usia 20 tahun atau di awal usia 20 tahun, pemikiran orang biasanya masih belum matang.

Dia belum mengenal dirinya sendiri dan cenderung masih ikut arus. Belum memahami sebenarnya apa keinginan terbesar dalam hidupnya. Sering juga orang jatuh cinta dan menikah dengan orang yang salah karena pemikirannya masih belum stabil.

Merawat dan mengasuh anak bukan pekerjaan mudah, wanita yang menikah di usia muda seringkali mengorbankan karir untuk mengurus anaknya. Beberapa wanita merasa menyesal karena pengorbanan ini tidak menghasilkan materi.

Seiring berjalannya waktu, anda akan merasa telah mengorbankan banyak hal untuk pasangan dan anak-anak, dan itu terus terjadi hingga usia menua. Cinta yang awalnya menggebu jadi datar dan hanya sekedar formalitas saja. Tidak jarang pasangan yang menikah muda rentan perselingkuhan dan perceraian.

Apapun pilihan anda, pernikahan adalah soal pilihan. Di usia berapapun anda menikah, selama bisa mengatasi rintangan dengan baik, maka pernikahan akan menjadi media yang memberi kebahagiaan dan pelajaran menyenangkan.


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Blog Archive